Cobaan pada saat Kepemimpinan Imam Ali

Setelah Rasulullah shallallaahu'alaihi wasallam wafat, umat Islam dipimpin oleh para sahabat.
  1. Yang pertama adalah Abu Bakar radhiyallaahu anhu. 
  2. Setelah Abu Bakar wafat, dilanjutkan oleh Umar radhiyallahu anhu. 
  3. Setelah Umar wafat, dilanjutkan Utsman radhiyallaahu anhu. 
  4. Setelah Utsman wafat, dilanjutkan oleh Ali radhiyallahu anhu.
Kali ini saya akan bahas mengenai cobaan yang terjadi pada masa kepemimpinan Imam Ali radhiyallaahu anhu.

Cobaan Kepemimpinan Ali
Cobaan pada saat Kepemimpinan Imam Ali
Pada masa itu pernah timbul provokasi para pengobar fitnah yang menentang Imam Ali radhiyallaahu anhu. Di antara mereka ada yang berkata, "Hai Ali, mengapa fitnah pergolakan terjadi pada masa (pemerintahan) mu, sedangkan hal ini tidak pernah terjadi pada masa Abu Bakar dan Umar?"

Jelas sekali pertanyaan itu merupakan provokasi yang bermaksud untuk menyudutkan Ali radhiyallaahu anhu atas fitnah yang terjadi di masanya. Dengan kata lain si penanya tersebut menyalahkan Ali radhiyallaahu anhu karena beliau dipandang tidak mampu dalam kepemimpinannya, dan tidak lebih baik dari pendahulunya.

Maka dijawablah pertanyaan itu dengan jawaban yang membungkam mulut si penanya. Jawaban ini sekaligus menunjukkan kedalaman pemahaman Imam Ali terhadap Islam.

Beliau berkata, "Ketahuilah, Abu Bakar dan Umar adalah dua Amirul Mukminin yang dijadikan untuk memimpin orang-orang sepertiku (yaitu orang-orang yang memiliki ketaqwaan, kebaikan, perasaan yang halus, serta pemahaman yang dalam mengenai urusan agama), sedangkan aku dijadikan sebagai pemimpin bagi orang-orang sepertimu (tukang pengobar fitnah)."

Dari jawaban Imam Ali yang sangat menakjubkan ini memberi kita sebuah pelajaran yang sangat berharga, yaitu: jika menginginkan pemimpin yang baik, maka perbaiki dulu lah diri sendiri.

Bayangkan perbedaan ketika memimpin orang yang sholeh, dengan ketika memimpin orang yang tukang fitnah. Betapa beratnya jika kita memimpin orang-orang yang malah menjadi pembuat onar.

Bagi kita yang mengharapkan pemimpin yang baik, maka mari kita perbaiki diri terlebih dahulu. Setelah itu, saya yakin Allah akan kirimkan kepada kita pemimpin yang terbaik.

Maka melihat keadaan hari ini, dapat disimpulkan bahwa kemunculan Imam Mahdi sama seperti kemunculan satu generasi umat Islam dengan seorang pemimpinnya yang diikuti oleh orang-orang shalih dengan segala kematangannya untuk mengemban risalah dan memimpin dunia menuju petunjuk hidayah. Jadi, Imam Mahdi hanya akan muncul sebagai hadiah bagi umat yang telah mempersiapkan diri-diri mereka untuk mengemban risalah.

Masalah yang dihadapi umat Islam hari ini, bukan terletak pada bagaimana caranya kita untuk menang, tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita dapat merealisasikan kriteria-kriteria yang membuat kita menjadi pemenang dengan izin Allah.
Jangan berkata 'Bagaimana caranya agar kita dapat menang?', tetapi katakanlah pada diri sendiri 'Apakah kita berhak untuk mendapatkan kemenangan itu jika diri kita masing-masing masih seperti ini?'
Jika Anda menginginkan pemimpin yang baik, perbaikilah diri sendiri terlebih dahulu.
Jika Anda menginginkan rakyat yang baik, perbaikilah diri sendiri terlebih dahulu.
Jadi intinya perbaiki diri dan terus memperbaiki diri.
Jika sekarang belum muncul pemimpin yang didambakan, bersabarlah.
Jika sekarang belum muncul rakyat yang sholeh, bersabarlah pula.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kepemimpinan Ali radhiyallaahu anhu.

0 Comments

Posting Komentar