Inspirasi 22 April

Keajaiban Strategi Perang

72 Kapal yang Berlayar di Daratan

Konstantinopel merupakan sebuah kota yang strategis. Kotanya dikelilingi oleh laut dan perairan dalam. Hanya bagian Utara dari kota tersebut yang merupakan daratan. Sisanya adalah lautan yang mengelilingi kota.

Di kala Muhammad Al Fatih berusaha menaklukan Konstantinopel, hanya dua sisi saja yang berhasil dikepung oleh pasukan Al-fatih. Sisi Utara yang merupakan daratan. Dan sisi Selatan yang merupakan laut lepas. Satu sisi lagi tidak bisa terkepung karena tempat itu merupakan sebuah selat yang dihalangi oleh rantai besar sehingga kapal-kapal tidak bisa masuk.

Pengepungan yang dilakukan dari lautan tidak menghasilkan apa-apa. Puluhan kapal milik Muhammad Al-Fatih bisa ditenggelamkan hanya oleh beberapa kapal tempur milik Konstantinopel. 
Harus diakui, Konstantinopel memiliki armada laut yang begitu kuat.

Begitu pula yang terjadi di daratan, Pasukan Konstantinopel mati-matian mempertahankan benteng, sehingga benteng tiga lapis yang mengelilingi kota itu, masih tegak berdiri. 


Setelah pengepungan selama lebih dari satu bulan yang dilakukan dari darat dan laut tidak menghasilkan apa-apa, Muhammad Al-Fatih berpikir bahwa pengepungan ini belum sempurna jika Selat Tanduk Mas belum terkepung. Jika dia berhasil menempatkan pasukannya disana, kekuatan musuh akan terpecah. Dan kemenangan akan lebih mudah di raih.

Al-Fatih tampaknya mempunyai sebuah ide untuk menyempurnakan pengepungannya. Dia akan memindahkan kapal-kapal dari tempat berlabuhnya, ke Tanduk Mas. Dia tahu, tidak mungkin kapal-kapalnya melewati laut karena ada rantai besar yang menghalangi, maka cara untuk memindahkan kapal adalah dengan menariknya melalui jalan darat yang berupa perbukitan. Inilah strategi perang yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun. Mengangkat puluhan kapal berukuran raksasa, dan menariknya melewati perbukitan. Banyak orang yang ragu akan strategi ini, tapi tidak dengan Al Fatih.

Pada tanggal 21 April 1453, dimulailah proyek gila-gilaan tersebut. Muhammad Al Fatih memerintahkan sebagian pasukannya untuk meratakan jalan yang akan dilalui oleh kapal. Dia juga memerintahkan sebagian lainnya untuk membuat jalur khusus kapal dari kayu, dan mengolesinya dengan minyak agar lebih mudah untuk di tarik. 

Tepat pada malam hari, dikala mayoritas penduduk Konstantinopel sedang terlelap tidur, pasukan Al-Fatih mulai bekerja menarik puluhan kapal di lintasan yang sudah dibuat sebelumnya. Mereka semua bekerja sama. Menarik puluhan kapal dari atas air ke daratan. Mengerahkan segenap tenaga, serta meneriakkan Takbir untuk memompa semangat. 

Malam itu, keajaiban perang benar-benar terjadi.
Pagi hari, pada tanggal 22 April 1453,  penduduk yang ketika itu masih terlelap tidur, dikejutkan oleh teriakan-teriakan takbir kaum muslimin yang bergema di lautan. Mereka segera keluar rumah untuk melihat kengerian apa yang ada di depan mereka. Begitu mereka melemparkan pandangan ke laut, mereka kaget bukan kepalang. Mata mereka terbelalak! Wajah mereka pucat. Di depan mereka, sekitar 72 kapal perang pasukan Al-Fatih berhasil ditarik dan berlayar dengan selamat di Selat Tanduk Mas. 

Dengan berlayarnya 72 kapal itu, lengkaplah sudah pengepungan Konstantinopel, untuk beberapa hari kemudian, Konstantinopel berhasil ditaklukan.
Kapal-kapal berlayar di daratan dengan bukit sebagai ombaknya.
Rihan Ihan

0 Comments

Posting Komentar